Senyum Bukhari, Tetap Semangat Bekerja Meski Hanya Miliki Satu Tangan

shares

Meski dengan keterbatasan yang dimiliki, tidak mematahkan semangatnya dalam menjalankan aktivitas dan bekerja sehari-hari demi memnutupi kebutuhan keluarganya.

Dia adalah Bukhari (40), warga miskin Gampong Paloh Peuradi, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Pagi yang sedikit mendung menyapa perkampungan ini, seorang lelaki dengan mengendarai sepeda motor melaju dengan tenang. Sementara di belakang sepeda motor merek Honda Supra miliknya ada kerajang besar, dipenuhi buah kelapa yang sudah dikupas kulitnya.

Tak ada yang tahu serta dapat membayangkan. Dengan satu tangannya, ia ternyata bisa mengangkat dan menaruh kepala kedalam keranjang, dibelakang sepeda motornya merayap di lorong desanya.

Begitulah yang dilakukan Bukhari. Walupun hanya dengan satu tangannya, sosoknya bukan pemalas dan peminta-minta guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Dengan tegar dan tampa merasa malu, Bukhari yang sehari-sehari bekerja sebagai pekerja serabutan ini mampu membahagiakan istrinya, Salmawati dan 3 anaknya, dua diantara  masih sekolah di SD di Kutablang.

Tahun 2004 lalu, kisah awal Ia harus merelakan tangan kanannya di amputasi serta sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bekas jahitan melebar. Dum….. suara ledakan itupun tak mampu ditepisnya. Bom bekas konflik itu meluluhlantakan tubuhnya serta temannya, saat sedang membersihan lahan kebun miliknya, di kawasan Paya Nie, Kutablang, Bireuen.

Pasca kejadian itu, Ia baru sadar setelah berada di rumah sakit dengan tangan kanannya putus, serta di sekujur tubuhnya telah dipenuhi jahitan akibat terkena serpihan bom bekas konflik itu.

“Saya mungkin cacat, tapi saya masih bisa bekerja dan menafkahi keluarga dan anak-anak saya yang masih sekolah” katanya kepada wartawan, Sabtu (6/1/2018) yang ditemui, di rumah berkontruksi kayu miliknya ditemani Tenaga Kesejahteraan Kecamatan Kutablang, Murdani.

Meski hanya menghandalkan satu tangan, ia tetap bekerja kerasnya dengan seperti orang lainnya dan menolak diperlakukan secara berbeda.

Bukhari tak menyerah pada keadaan, walaupun terdapat keterbatasan, apa lagi Ia hanya  menghandalkan tangan kirinya, tapi Ia tidak mau mengemis.

Sebagai gantinya, Ia memiliki keberanian untuk kembali belajar bagaimana melakukan hal-hal yang dasar dalam hidup, meski tanpa tangannya kanannnya.

Yang uniknya, dengan satu tangannya Bukhari mampu mengangkat barang, mulai buah kelapa hingga batang kepala yang telah dibelah dengan mesin senso milik tempat Ia bekerja.

Di samping bekerja sebagai buruh serabutan, Bukhari ternyata memiliki keahlian dalam hal memburu babi, di kawasan gampongnya.

Namun ini bukan lelucon. Bila Ia mengusir hama babi di gampongnya, Bukhari masih tetap ahli dan sangat menyukai walaupun hanya menghandalkan tangan kirinya untuk menombak.

Disinggung bagaimana caranya Ia bisa mengusir babi, sedangkan tangannya hanya satu.  Dengan sedikit tersenyum dan mnggeleng-geleng kepalanya. “Pokoknya untuk kebersamaan bersama warga lain, saya tetap ikut. Kalau pun babi itu mengejar saya,  maka saya akan naik dan memanjat ke atas pohon,” katanya menyakinkan.

Namun kita kembali akan membayangkan, bagaimana sosok Bukhari bisa naik dan memanjat pohon, sedangkan Ia hanya menghandalkan tangan kirinya. Itulah kelebihan lelaki ini.

Menyahuti dan mengamati kehidupan Bukhari, Tenaga Kesejahteraan Kutablang, Murdani yang akrab disapa Dani Geulanggang akan berusaha membantunya dengan membeli ternak sapi dan kambing agar dapat dipelihara oleh Bukhari.

Menurut Dani Geulanggang,  dirinya merencanakan akan membeli ternak sapi dan kambing untuk bang Bukhari ini. Nantinya bisa dipelihara. Namun dana yang baru termpulkan baru Rp 300 ribu,” kata Murdani yang akrab disapa Dani Geulanggang ini.

“Andai ada yang mau menyumbang dana sebagai modal usaha untuk bang Bukhari, dengan senang hati saya akan mengantarkan kepada beliau,” kata Dani Geulanggang mengharap.

Tidak banyak yang diinginkan Bukhari, Ia ingin terbantu dengan diberikan modal usaha, dapat membantu kehidupan  keluarganya, dan tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar