Tidak Becus Berbuah Pahit, Gampangnya Warga Jakarta 2 Kali Permalukan Anies!

shares

Apakah warga DKI Jakarta sepenuhnya cinta sama Gubernur Anies? Yakin? Apakah Anies selalu dielu-elukan dan diserbu warga buat selfie ketika dia berjalan di depan para warga Jakarta? Ternyata enggak juga. Ketika dia mencoba pelican crossing di Jalan Sudirman, Anies jalan sendiri, sementara warga cuek saja. Ketika di KRL, Anies juga didiamkan warga, tidak dikerubungi macam Jokowi. Ketika di MRT, ya sama saja. Warga kebanyakan diam sambil melihat Anies dengan pandangan biasa. Paling hanya 1 atau 2 orang yang mengajak foto-foto. Anies naik sepeda di CFD? Ya sama saja, kebanyakan warga diam saja. Lebih rame kalau ada artis yang lewat, ketimbang Anies. Jangan disamakan dengan Jokowi yang bisa menggegerkan satu mal ketika beliau mampir di sana. Tanya saja sama para Paspampres, betapa berat tugas mereka menjaga agar rakyat tidak menyerbu Jokowi karena mau minta foto atau sekedar menyapa. Itu namanya kerja keras nggak pake bohong. Rakyat tahu kok siapa yang bener-bener kerja, siapa yang nggak becus kerja. Ketika Anies katanya ikut kerja bakti di Jakarta Timur beberapa minggu lalu, hanya 1 warga yang ngomong soal “gubernur rasa presiden”. Itu pun banyak yang menduga hanya direkayasa. Kasihan juga Anies ini hehehe…

Tentu masih ada saja yang memuja Anies. Itu terserah mereka, bebas kok. Termasuk buzzer di media sosial dan kroco-kroco kadrun. Pertanyaannya, apakah mereka sanggup menghapus begitu banyak bukti ketidakbecusan Anies, bukti permainan kata-kata dan bukti ngeles Anies? Rentetan rekam jejak digital yang hingga 100 tahun ke depan pun masih akan bertahan. Apakah mereka bisa menghapuskan kekecewaan warga Jakarta yang akhirnya nggak dapat modal, nggak dapat beli rumah murah seperti iklannya Neno Warisman, dan tentu saja warga yang menderita rugi banyak karena kebanjiran? Rajanya kadal gurun pun tidak akan sanggup menghapus kekecewaan itu. Kadrun Empire hahaha…

Nah, ketidakbecusan Anies yang menciptakan kolam besar bagi warga Jakarta, berbuah pahit buat diri Anies sendiri. Dengan gampang para warga Jakarta mempermalukan Anies. Warga Jakarta aseli lho ini ya. Bukan pemuja Anies yang sok tahu tapi ternyata tinggalnya di Sumatra atau di Bandung. Bayangkan saja, dengan APBD hampir Rp 90 triliun setahun. Jumlah yang sangat fantastis. Sementara jumlah penduduk DKI Jakarta kan hanya belasan juta. Harusnya Anies dapat mensejahterakan, menjaga dan melindungi semua warga Jakarta. Namun, faktanya, kawasan kumuh masih ada, banjir malah jadi parah dan sebagainya yang pasti akan bikin kesel warga.

Bagaimana cara warga DKI permalukan Anies? Ya dengan berswadaya melengkapi kebutuhannya sendiri. Ada 2 momen yang sangat kontras dengan APBD Jakarta yang sangat fantastis itu. Pertama adalah ketika 2.700 warga RW 08 di Jalan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur urunan untuk membeli 2 buah TOA buat peringatan banjir di wilayah itu. "Tidak pernah ada itu toauntuk wilayah kita. Padahal, posisi kita paling parah. Akhirnya kita beli sendiri secara kolektif dari kas RW," kata Ketua RW 08, Tamsis. "Jadi kita kebetulan masuk di grup WhatsApp dengan petugas air di Katulampa. Jadi saat info masuk, saya umumkan di toa. Intruksi untuk ke Masjid, menyelamatkan dokumen penting untuk disimpan ditempat yang lebih tinggi," jelas dia. Kinerja TOA milik RW 08 efektif karena informasinya mencapai radius 5 kilometer. Berapa harga 2 TOA itu? Hanya Rp 3,6 juta! Sumber Memalukan! Dengan APBD triliunan, masak warganya mesti beli TOA sendiri?

Kedua adalah ketika para warga RW 011 Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur mengucurkan dana sekitar Rp 20 juta untuk memperbaiki tanggul Kali Cipinang yang jebol. Loh, katanya Anies tidak ada tanggul yang jebol? Ahhh bact! Sudah tanggulnya jebol, malah warga membiayai sendiri perbaikannya. "Sudah selesai tinggal perapihan, semacam plester. Dana swadaya mencapai Rp 20 jutaan, ada bantuan semen camat dan lurah," kata Hadiyar, Ketua RW 011, Warga yang terdiri dari 18 RT patungan uang hingga material bangunan Sumber. Hanya Rp 20 juta lho. Istilahnya, kalaupun diganti dengan kocek Anies sendiri, tidak akan bikin Anies mendadak misqueeen… Lebih banyak lagi dana hibah buat ormas ketimbang dana segitu. Tapi, warganya bukannya meminta ke Anies. Mereka malah urunan sendiri. Nggak malu tuh yang di Balai Kota? Yaelah, kata temen saya, kayak nggak tahu dia aja. Mukanya kan setebal dinding tanggul yang jebol itu. Nggak mempan lah yang beginian. Lalu saya pun bilang, gpp, yang penting kan warga Jakarta makin tahu dan makin sadar sama belangnya Anies.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar