Sewot Kemampuan Bahasa Inggris Nadiem, Mereka Lupa Saat Mencibir Bahasa Inggris Jokowi

shares


Hidup itu terkadang lucu. Dua sosok orang ini, yakni Nadiem Makarim dan Jokowi berhasil menguak sikap mendua yang dipertontonkan sebagian elit politikus negeri ini. Khususnya mereka-mereka yang selama ini “nyinyir” terhadap kemampuan berbahasa Inggris Presiden Jokowi.

Kita tentu ingat, sepanjang periode kepemimpinannya, baik di periode pertama, hingga sekarang di periode kedua, salah satu senjata untuk menyerang sosok Presiden Jokowi adalah kemampuan bahasa Inggrisnya yang dianggap tidak mumpuni. Sikap nyinyir ini berkembang lebih jauh lagi menjadi bahan ejekan serta cibiran. Seakan-akan kemampuan berbahasa asing menjadi prasyarat mutlak keberhasilan seorang pemimpin atau Presiden.

Kita ingat Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria pernah menyebut bahasa Inggris Jokowi belepotan. "Nggak jelas itu pertanyaan. Pak Jokowi lupa, Pak Prabowo itu pintar bahasa Inggris, Jerman, Prancis. Sementara Pak Jokowi bahasa Inggris saja masih belepotan. Pak Jokowi nggak clear nyebut-nya," kata Riza, Senin (18/2). Perkataan Ahmad Riza Patria ini menanggapi pertanyaan Jokowi tentang Unicorn kepada Prabowo dalam forum Debat Capres lalu.

Hal yang kurang lebih sama dilakukan Mantan Koordinator Relawan IT BPN Prabowo-Sandi Mustofa Nahrawardaya membandingkan kemampuan Bahasa Inggris Presiden Jokowi yang mewakili Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Hal tersebut disampaikan oleh Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter miliknya @tofagarislurus. Cuitan Mustofa tersebut langsung dirisak oleh warganet.

Awalnya, Mustofa mengunggah sebuah video berdurasi 2 menit 20 detik. Dalam video tersebut menampilkan Anies Baswedan sedang menjelaskan masalah perkotaan dengan menggunakan Bahasa Inggris.

"Coba kalau seluruh peserta G20 Bahasa Inggrisnya kayak Pak Anies," kata Mustofa Nahrawardaya, Cuitan tersebut langsung menjadi sorotan warganet. Banyak warganet yang menilai kemampuan Bahasa Inggris Anies Baswedan pun tidak jauh lebih baik dari Jokowi.

Mereka kerap membandingkan kemampuan Presiden Jokowi dengan Presiden-Presiden sebelumnya. Mereka membandingkan dengan Bung Karno atau dengan BJ.Habibie. Namun mereka sendiri sesungguhnya tidak konsisten. Mereka tak berani membandingkan kemampuan berbahasa Presiden Soeharto dengan Jokowi. Mereka sesungguhnya tahu, bahwa di masa kepempimpinannya yang mencapai 32 tahun, Presiden Soeharto hampir dipastikan selalu membawa penerjemah ke mana-mana.

Adalah sosok Widodo Sutiyo mendampingi Pak Harto sebagai penerjemah selama 30 tahun seperti dilansir liputan6.com. Widodo membuka sedikit rahasia. Ternyata Pak Harto juga lancar berbahasa Inggris. Namun, untuk tugas kenegaraan fungsi ini tetap diberikan kepadanya. Seperti Pak Harto, Presiden Jokowi pun sesungguhnya bisa berbahasa Inggris. Pengalamannya sebagai pebisnis furniture dan meubel mengharuskannya berinteraksi dengan buyer-buyer-nya dari luar negeri. Namun, ya itu tadi, bahasa Inggris Jokowi adalah bahasa Inggris pedagang, tidak terlalu mementingkan tata bahasa.

Namun, mereka –yang dulu sering mencibir Jokowi- kemudian justru berbeda sikap terhadap Nadiem Makarim. Disinilah letak kelucuan mereka yang hakiki. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa Amaliah mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim karena kerap menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Inggris di rapat kerja bersama Komisi Pendidikan DPR RI.

Ledia menilai penggunaan bahasa termasuk pendidikan karakter. “Mengingatkan rapat ini tercatat Undang-Undang MD3. Maka penggunaan Bahasa Indonesia digunakan untuk presentasi dalam rapat. Pembentukan karakter tidak bisa dikampanyekan, harus dialami di kehidupan sehari-hari,” kata Ledia saat rapat kerja bersama Kemendikbud, Selasa 28 Januari 2020 (tempo.co).

Mungkin Bu Ledia dahulu tidak ikut-ikutan “nyinyir” terhadap kemampuan bahasa Inggris Jokowi, tapi setidaknya, rekan-rekan Bu Ledia kerap mencibir Jokowi perihal ini. Pertanyaan saya sederhana saja, apakah Ibu diam saja ketika rekan-rekan Ibu mencibir bahasa Inggris Jokowi ? Apakah Ibu ikut-ikutan sewot juga karena mereka kerap mencibir ? Lantas mengapa Ibu sewot kepada Bung Nadiem, karena jago memakai istilah-istilah Inggris, bahasa yang begitu diagung-agungkan rekan-rekan dalam kelompok Ibu dahulu ? Entahlah, semoga saja Ibu dapat menyadari tontonan dualisme ini !

Sebelum mengakhiri tulisan ini, perkenankan saya mengetengahkan tulisan bagus dari pegiat Media Sosial, Denny Siregar terkait bahasa Inggrisnya Jokowi. Berikut penuturannya,

"BAHASA INGGRIS JOKOWI"

Di beberapa status, banyak yang mengejek masalah bahasa Inggris Jokowi yang menurut mereka belepotan..

Bahkan ada yang membandingkan dengan Anies Baswedan saat bicara di Turki. Mereka juga membandingkan dengan SBY saat menjadi pembicara utama di ajang internasional. Apalagi kalau mau dibandingin sama BJ Habibie..

Tentu pada posisi itu Jokowi kalah jauh. Jangankan pake bahasa Inggris, kadang pake bahasa Indonesiapun Jokowi terlihat lemah karena ia memang bukan orator.

Jokowi tidak pernah menghabiskan tahun-tahunnya dengan bersekolah diluar negeri. Ia datang dari keluarga miskin, yang untuk sekolah saja harus berfikir membiayai dirinya sendiri. Jadi wajar saja jika ia tidak akrab dengan bahasa dil uar bahasa ibunya sendiri.

Beda dengan Anies Baswedan yang pernah menghabiskan tahunan di Amerika bersekolah di University of Maryland School of Public Policy dan Northern Illinois University. Ia punya uang untuk sekolah dsitu..

Jokowi juga bukan SBY, yang mendapat kesempatan bagus dari TNI untuk disekolahkan di Fort Benning, US dan ditugaskan ke Panama, Jerman Barat dan Belgia. Mungkin pada saat itu, Jokowi sedang bekerja menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta kelas menengah..

Jangan pula dibandingkan dengan BJ Habibie, yang menghabiskan hampir seluruh waktunya di luar negeri karena ilmunya yang dipakai dibanyak negara. Jokowi mungkin saat itu sedang membangun perusahaannya dari nol sekali mulai dari mencari kayu sampai mencari pembeli..

Rekam jejak Jokowi keluar negeri adalah saat dia harus berhubungan dengan buyernya, dimana yang dipakai adalah bahasa pedagang, bahasa umumnya, yang tidak begitu penting akan tata bahasa, tetapi dimengerti oleh kedua belah pihak sehingga terjalinlah hubungan yang menguntungkan sekian lama..

Dengan bahasa dagang itu, asset Jokowi berkembang menjadi puluhan miliar rupiah. Tidak ada yang meremehkannya, bahkan ia didapuk menjadi ketua Mebel dan Kerajinan Indonesia Solo Raya atau Asmindo..

Dengan bahasa yang sama, Jokowi berhasil menaikkan kota Solo menjadi kota hub yang berpengaruh di Jawa Tengah saat dia menjadi wali kota. Bahasa Jokowi juga yang berhasil memindahkan ribuan pedagang keras kepala di Solo sesudah berdialog sekian bulan lamanya.

Dan bahasa yang sama pula ketika Jokowi membangun tol laut, bandara-bandara, jalan di Papua, jalur kereta dan bendungan raksasa. Dan itulah bahasa yang sebenar-benarnya bahasa, bukan bahasa diplomasi semata, tetapi bahasa kerja.

Apakah dengan ketidakmampuan Jokowi, ia diremehkan oleh negara luar sana ?

Ah, tidak juga. Bahkan majalah Times menghormatinya dengan menampilkan wajah Jokowi di sampul depannya. Bahkan Direktur IMF memujinya atas pencapaiannya. Dan Mark Zuckerberg juga Jack Ma menghormatinya karena keilmuannya bukan karena bahasanya..

Kalau cuman bahasa Inggris pintar saja dijadikan acuan, catat saja, berapa pejabat yang jago bahasa Inggris tapi berakhir menjadi pesakitan di penjara ? Tidak ada korelasinya antara bahasa dan kemampuan kinerja..

Tanya Putin, apakah ia berbahasa Inggris dengan baik saat diwawancarai CNN ? Tidak. Tanya Soeharto, pernahkah ia menggunakan bahasa Inggris di publik dengan baik ? Juga tidak. Tapi ketidak-mampuan itu tidak mencegah mereka menjadi pemimpin negara yang berkuasa.

Jadi temanku yang baik, yang selalu mengejek pemimpinmu karena tidak mampu berbahasa Inggris dengan benar menurutmu, sini saya ajarin satu kalimat dalam bahasa Inggris, "Wish a does do wrong ? Next do wrong, a does the seek.. been she gear.." ( Pake Jowo ae ojok sok keminggris..)

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar